Memiliki Tablet Dumolid, Tora Sudiro Berurusan dengan Polisi

Tertangkapnya suami Mieke Amalia, Tora Sudiro tertangkap atas kepemilikian tablet Dumolid, obat dengan golongan narkotik dengan berbagai penyamaran.

“Katanya beli sama teman. Temannya dia lupa namanya siapa. Dia datang ke rumah waktu acara ramai-ramai, kemudian saranin susah tidur, ya udah lo minum aja,” kata Kasat Narkoba Polres Jakarta mengungkapkan pengakuan Tora, Kamis (8/3/2017).

Dalam pengakuannya, pasangan selebriti ini membeli barang tersebut dengan harga ratusan ribu rupiah untuk satu strip. “Satu strip harganya Rp 225 ribu,” terang Kasat Narkoba Polres Jakarta.

Dumolid adalah nama dagang untuk obat yang bernama nitrazepamNitrazepam sendiri secara kimia adalah termasuk obat golongan benzodiazepine yang bekerja menekan system syaraf pusat. Istilah benzodiazepineberasal dari struktur kimia golongan obat ini yang memiliki gugus cincin “benzen” dan “diazepin”. Adapun contoh obat lain, yaitu: diazepamalprazolammidazolamklonazepamestazolamklordiazepoksid

Khasiatnya yaitu sebagai obat penenang, obat tidur, dan anti kejang. Dalam regulasi penggolongan obat, nitrazepam(Dumolid) dan obat-obat golongan benzodiazepin tadi termasuk obat psikotropika, yaitu obat yang bisa mempengaruhi psikis/ kejiwaan seseorang. Seperti halnya obat golongan narkotika, pengaturan peredarannya sangat ketat karena berpotensi untuk disalahgunakan. Tidak seperti ecstasy, shabu, heroin, kokain yang sering digunakan untuk obat rekreasional (mencari kesenangan) yang bersifat ilegal dan tidak untuk pengobatan.

Dumolid dan obat benzodiazepine lainnya adalah obat legal yang digunakan dalam pengobatan. Obat ini bertanda lingkaran merah berisi huruf K pada kemasannya, menandakan bahwa mereka tergolong obat keras yang harus diperoleh dengan resep dokter dan hanya dengan penyebab tertentu hingga pertimbangan, obat ini akan diresepkan.

Namun demikian, banyak orang yang kemudian mencoba mendapatkan obat-obat ini secara ilegal, dengan berbagai modus, tanpa indikasi medis untuk disalahgunakan. Mungkin saja ia diperoleh dari pasar gelap atau dari oknum di Apotek atau oknum yang memiliki akses terhadap obat tersebut. Karena jika diperoleh secara legal, peraturannya cukup ketat, misalnya harus pakai resep asli tidak boleh menggunakan copy resep. Apotek pun harus memberikan laporan penjualan obat psikotropika setiap bulannya ke Dinas Kesehatan.

Gangguan penyakit yang diterapi dengan obat golongan ini antara lain adalah kecemasan, insomnia (tidak bisa tidur), kejang, gejala putus alcohol, dan untuk relaksasi otot. Penyakit penyakit tersebut disebabkan karena aktivitas syaraf pusat yang berlebihan, karena itu memerlukan obat yang dapat menekan aktivitas system syaraf dengan efek menenangkan (sedatif), menidurkan, juga mengurangi kejang/ kekakuan otot.

Obat golongan benzodiazepine berpotensi menyebabkan kecanduan, terutama pada penggunaan yang lama. Awalnya obat ini akan menyebabkan toleransi, yaitu diperlukan dosis yang semakin meningkat untuk mendapatkan efek yang sama. Jika semula cukup dengan 5 mg untuk mendapatkan efek, maka berikutnya diperlukan 10 mg untuk mendapatkan efek yang sama. Hal ini akan menyebabkan penderita cenderung meningkatkan dosisnya untuk mendapatkan efek yang sama, bahkan sampai mencapai dosis maksimalnya.

Toleransi ini akan mengarah kepada ketergantungan, di mana ketika obat dihentikan pemakaiannya, pengguna akan merasakan gejala-gejala semacam gejala putus obat (sakaw). Dengan begitu, sebaiknya penghentian obat benzodiazepine tidak dilakukan secara tiba-tiba, tetapi bertahap.

Yang pasti obat ini harus digunakan di bawah pengawasan dokter. Lama penggunaan obat ini harus sependek mungkin dan yang tetap bisa memberikan efek terapi sesuai dengan indikasinya, tetapi tidak boleh lebih dari 4 minggu, termasuk waktu penghentiannya secara bertahap. Setelah 4 minggu, terapi sebaiknya tidak diteruskan sebelum dilakukan evaluasi terhadap kondisi pasien. Jika memang diperlukan terapi

jangka panjang, maka kebutuhan pasien harus dipantau secara reguler. Pada dasarnya obat golongan benzodiazepine bisa membantu penderita yang membutuhkan, tetapi harus berhati-hati untuk tidak menjadi tergantung kepadanya. Lebih baik menghindari daripada mengobati ketika sudah kecanduan.

Dilansir : tribunnews.com/kesehatan

Advertisements

2 thoughts on “Memiliki Tablet Dumolid, Tora Sudiro Berurusan dengan Polisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s