Generasi 90an

Judul               : Generasi 90an

Penulis           : Marchella F. P

Penerbit          : Gramedia

Tahun              : Cetakan keempat, Juli 2013

Tebal               : 144 Halaman

“Kebahagiaan itu sederhana, nostalgia salah satunya, dan di sini mesin waktunya” – Generasi 90an

Buku ini berbagi kebahagiaan dan mengajak nostalgia bersama. Terdapat ilustrasi yang mampu mencuri imajinasi para pembaca.

“Gak ada yang abadi di dunia ini kecuali doraemon minggu pagi” – Kartun Doraemon

“Jangan bersedih teman-temanku, hidup ini adalah perjuangan. Marilah kita mulai melangkah, menuju cita-cita bahagia” – Kartun Remi

“Harta yang paling indah adalah keluarga” – Keluarga Cemara

“Dulu hidup kita seimbang. Emosi diasah lewat dinetron, otak diasah lewat kuis” – Kuis 90an

“Pukul 21:00 anak sekarang sih lagi nonton Suju di youtube”

“Jaman sekarang kalau ngefans sama artis tinggal mention twitternya, kita sih ngobrol aja sama pin-up di kamar sampai aus”

“Ada hari dimana sastra sosial kita dinilai dari benda-benda ini. Gak peduli dia anaknya siapa, pake gadget apa, bajunya branded apa gak, kalo gak koleksi barang-barang ini, jangan harep bisa sombong” – Tradisi Tuker-Tukeran Koleksi apa aja yang Penting Akrab

“Generasi anak-anak labil lebih curhat di diary, bukan di status facebook”

“EGP = Emang Gue Pikirin” – Bahasa Gaul 90an

“Dapet salam dari Eko…! Eko siapa? Ee Kok Loyo..” – Singkatan 90an

“Kalo ada helicopter lewat, teriak minta duit, nanti rejekinya lancar” – Mitos 90an

Terdapat kumpulan memori generasi 90an dari twitter, nyebar kuesioner, baca-baca, mengobrol dengan tokoh yang terdahulu dan teman-teman yang jiwanya ketinggalan di era 90an. Direkomendasikan bila dibaca bareng teman-teman. Karena nostalgia itu serunya rame-rame, saling mengingatkan, ketawa bareng. Serta cocok juga untuk dibaca kembali bersama anak dan cucu suatu saat nanti.

“Kita gak pernah susah, Cuma kebahagiaan kita lagi dipinjemin” – Warkop DKI

“Ada hari dimana kita harus berhenti sebentar nengok kebelakang lalu bersyukur” – Generasi 90an

 

Diikutkan pada resensi_bacayuk

Apa yang perlu dilakukan nelayan Indonesia agar sumber daya ikan di laut tetap lestari?

Dengan julukan negara maritim, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia dengan keanekaragaman hayati laut yang tidak dimiliki oleh negara lain, seperti halnya tangkapan ikan laut.
Beberapa tahun belakangan ini telah dikabarkan dari berbagai media, ketersediaan ikan laut disejumlah perairan semakin berkurang. Maraknya pencurian ikan terjadi dimana-mana. Ditambah lagi dengan penangkapan yang tidak ramah lingkungan membuat perairan Indonesia semakin riskan.
Pemerintah tidak ada hentinya melakukan aneka perbaikan demi menunjang keamanan dunia kelautan. Beberapa peraturan dan penegakan hukum juga menjadi perkuat dari segala kebijakan.
Selain itu, dukungan dari para nelayan Indonesia juga di harapkan agar tidak membuang sampah plastik dan logam di laut. Sulitnya penguraian dan bahaya logam bila tertimbun di dalam tubuh ikan, menyebabkan kematian dan berdampak buruk bila ikan yang telah tercemar dikonsumsi oleh masyarakat. Serta menjaga ekosistem dan aktivitas penangkapan. Demikian, alam dengan sendirinya akan menyediakan ikan yang berlimpah ruah. Tak perlu lagi alat bantu penangkapan ikan, karena ikan akan sudah ada dimana-mana, menyebar keseluruh perairan. Tak perlu lagi mencari ikan di tengah laut, karena dipinggiran ikan juga berlimpah dan hanya dengan kail pun ikan mudah ditangkap.

Salah Jurusannya atau Salah Perasaannya?

Pendidikan masih menjadi syarat dalam sebuah pengakuan. Tak dapat dipungkiri bahwa banyak yang mengidamkan agar dapat mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi di tempat pilihan. Mengingat keeksisan dari tingkat perguruan, banyak yang memilih jurusan tanpa

memperhatikan banyak hal. Hingga saat ini banyak yang merasakan ketika berada di semester 6 ternyata salah jurusan. Apa yang harus dilakukan? Berikut ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan agar tidak menyesal dikemudian.

1.     Introspeksi diri

4.bp.blogspot.com.jpg
4.bp.blogspot.com

Banyak alasan yang digunakan oleh mahasiswa disaat memilih jurusan. Apapun alasannya tetapkan pada tujuan dan niat untuk belajar. Mencoba membuka mata batin dengan merenungkan berbagai alasan awal ketika memilih jurusan. Dan selalulah percaya akan jurusan yang telah dijalankan, tak ada yang tak mungkin bila kamu mempercayainya, karena dengan percaya. Didalam dirimu tumbuh sebuah keyakinan agar dapat memberikan yang terbaik.

2.     Ingat orang tua

thayyiba.com.jpg
thayyiba.com

Semua orang adalah harapan dari orang tuanya, begitu juga orang tua. Beliau juga harapan dari orang tuanya yang terdahulu dan sekarang telah tiada. Sudah tidak bisa terhitung berapa kebaikan dan pengorbanan yang sudah diberikan atas kejadian yang sekarang. Fokuskan semua karena kebahagiaan orang tua. Meski tidak bisa membanggakan, setidaknya jangan mengecewakan.

3.     Mengasah skill lain

www.youthmanual.com.jpg
  http://www.youthmanual.com

Pasti ada skill yang bisa digali selain menggeluti bidang jurusan. Asal skill yang telah didapat dari kegiatan organisasi atau hobi yang dimiliki. Dengan mengasah skill, kamu bisa menjadikannya suatu rutinitas dan tentunya dapat memberikan manfaat. Lebih-lebih dapat menghasilkan uang sebagai saku tambahan.

4.     Pindah jurusan

cdn.kevinmd.com.jpg
 cdn.kevinmd.com

Banyak dan harus dipertimbangkan bila memilih pindah jurusan ketika duduk disemester 6. Melihat teman lainnya sudah sibuk dengan skripsi, sedangkan kamu masih menjadi mahasiswa baru, akan ada rasa keanehan yang sedikit mengganjal. Kuliah bukan tentang siapa yang lebih cepat, namun apa yang kamu dapat dan berikan. Bila sudah yakin dengan berpindah, bersiaplah dengan segala anggapan serta jangan sampai menyesal.

5.     Membaca pesan Tuhan

doelrakhman.blogspot.co.id.jpg
 doelrakhman.blogspot.co.id

Tuhan memberikan segalanya dengan tepat, tidak terlalu lama maupun terlalu cepat. Tak ada yang dapat diberikan tanpa restu Tuhan. Sangkutkan Tuhan disetiap keputusan, karena tak semua orang dipertemukan dengan kesempatan. Selalu ambillah hikmah disetiap

kejadian, karena pengalaman adalah guru terbaik dari setiap pembelajaran. Jangan salahkan salah jurusan untuk tidak bisa berkarya demi kemajuan masa depan. Sesungguhnya kesuksesan bisa datang dari mana saja asalkan ada tekad dan kemauan.

Cara Sukarno Mendirikan Partai Golkar

Partai Golongan Karya (Golkar) tergolong partai tertua yang masih bertahan sampai saat ini dan satu-satunya partai yang merasakan semua orde sejak Indonesia merdeka. Sejak kelahirannya, ia seperti tidak pernah mengalami masa surut meski gelombang reformasi menggerogoti dari dalam dan luar. Namun, saat ini masih mondar-mandir di sekitar kekuasaan.

Tak banyak yang tahu cikal bakal partai ini muncul dari terobosan politik Sukarno di akhir 1950-an dengan tujuan untuk menyikapi situasi pelik yang sedang dihadapi Sukarno. Bahkan jika ditarik lebih ke belakang, ide tentang “Golkar” sudah ada sejak tahun 1940-an dalam bentuk gagasan integralistik-kolektivis tentang bagaimana sebuah negara mesti diorganisasi. Jika diterangkan secara singkat, pemikiran integralistik ala Indonesia mengacu kepada konsepsi tradisional yang berkisar pada gagasan tentang prinsip musyawarah mufakat, bersatunya rakyat dan negara, keharmonisan, kesatuan, dan totalitas.

Gagasan tersebut mengemuka pada perdebatan dalam sidang-sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tentang bentuk negara. Pengusungnya adalah Sukarno sendiri bersama Mr. Soepomo dan Ki Hajar Dewantara.

Pada level praksis, pemikiran integralistik ini memang tidak berhasil diterapkan pada awal mula Republik Indonesia berdiri lantaran kebijakan pemerintah tentang pembentukan partai politik tidak memungkinkannya. Tapi ia terus mengendap di benak Sukarno. Kelak, ketika saat yang dianggap tepat telah tiba, Sukarno mengambil lagi gagasan lamanya ini untuk dicoba diterapkan di Indonesia.

Setidaknya itulah yang ditengarai David Reeve dalam Golkar: Sejarah yang Hilang, Akar Pemikiran, dan Dinamika (2013). Indonesianis dari Australia itu berhasil melacak “sejarah yang hilang” dalam perjalanan Golkar yang sering luput dari pengamatan orang banyak.

Organisasi ini [Golkar] mulai diorganisasi sejak akhir dekade 1950-an untuk memberi bentuk terhadap gagasan kolektivis dalam perpolitikan Indonesia,” tuturnya.

Orang selama ini memang mengenal Golkar hanya sebatas sebagai “partainya Orde Baru”, “mesin politik Soeharto”, “partai lama pro-pemerintah” atau “partai anti-Orde Lama”. Tapi mengabaikan fakta bahwa Golkar muncul melalui proses politik panjang jauh sebelum Orde Baru berkuasa, dan menutup mata dari ironi bahwa ia lahir justru dari sosok yang selama ini ditentangnya: Sukarno.

Adapun gagasan tentang pembentukan wadah bagi golongan fungsional ini muncul dari kegelisahan Sukarno dan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Abdul Haris Nasution melihat betapa rapuh dan tidak stabilnya bangunan politik Indonesia akibat perdebatan berlarut di parlemen.

Sukarno dan Nasution memang bisa dianggap sebagai dua representasi utama dari kalangan sipil dan militer yang menolak dominasi partai dalam dunia politik. Dalam arti yang sesungguhnya, mereka betul-betul alergi terhadap partai. Dua orang ini juga dikenal punya kekhawatiran yang sama soal kesatuan negara yang terkoyak-koyak akibat ulah partai-partai politik.

Sejak perdebatan bentuk negara setelah proklamasi, Sukarno menghendaki bentuk partai tunggal yang menaungi semua golongan politik di Indonesia. Ia tidak mau republik terkotak-kotak dalam sekat ideologi. Jika kita telusuri pemikiran Sukarno sejak muda, memang terasa sekali antipatinya terhadap partai politik.

Nasution juga menghendaki peranan partai ditepikan karena dianggap hanya memecah belah persatuan yang dengan susah payah dibangun. Sejak awal 1950-an, Nasution sudah sangat kritis terhadap perilaku partai di parlemen, sebuah pendapat yang lazim di kalangan militer segenerasinya.

Seperti diungkapkan Herbert Feith dalam Decline of Constitutional Democracy in Indonesia (1962), Demokrasi Parlementer saat itu dianggap sebagai suatu kegagalan dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang gemar bermusyawarah. Selama periode pasca-Pemilu (1955-1957), pada level penentuan kebijakan, banyak terjadi jalan buntu sehingga parlemen makin dianggap sebagai biang masalah.

Di tingkat eksekutif pun sama. Kabinet-kabinet yang sering bergonta-ganti itu tidak mampu mengatasi berbagai tekanan politik yang mengakibatkan semakin turunnya dukungan masyarakat kepada sistem demokrasi parlementer. Maka di tengah situasi politik yang pelik itu, Sukarno lalu memikirkan sebuah terobosan untuk memecahkan masalah tersebut dan seperti menemukan kembali gagasan lawasnya tentang partai tunggal dalam wujud golongan fungsional. Awalnya Sukarno agak merahasiakan gagasannya. Ia hanya mengkomunikasikan hal itu dengan beberapa orang kepercayaannya, termasuk Nasution. Setelah dirasa telah memperoleh dukungan yang cukup, Sukarno mulai secara terang-terangan melakukan serangan terhadap partai-partai dan menawarkan alternatif bagi sistem kepartaian.

Serangan paling mengguncang datang dari pidato tanggal 28 Oktober 1956. Ia menyerukan untuk “mengubur partai-partai politik”. Inilah sebenarnya puncak kemuakan Sukarno terhadap sistem kepartaian dan bisa dilihat sebagai sinyal darinya untuk kembali terjun menangani urusan politik praktis.

“Pada 28 Oktober 1956, Sukarno masuk secara tegas ke dalam arena politik dengan tuntutan agar krisis politik diselesaikan dengan pembubaran partai-partai,” tulis David Reeve.

Sejak pidato itu, Sukarno makin percaya diri untuk mewacanakan golongan fungsional sebagai alternatif bagi sistem kepartaian. Apalagi ia mendapat dukungan penuh dari Nasution dan tentara. Ia kemudian dengan cepat mendorong gagasan golongan fungsional naik ke permukaan mengikuti usulan tentang restrukturisasi politik di Indonesia.

Puncaknya terjadi pada Februari 1957 ketika ia mengemukakan jalan keluar bagi kemelut politik yang terjadi selama bertahun-tahun. Pidato ini kelak dikenal sebagai “Konsepsi Presiden 1957” dan dianggap sebagai pintu masuk menuju Demokrasi Terpimpin. Pada pidato inilah Sukarno secara resmi mengumumkan gagasannya tentang golongan fungsional.

Setelah pidato itu, konsolidasi politik dilakukan dalam berbagai tingkatan untuk mewujudkan gagasan-gagasan dalam Konsepsi Presiden. Sukarno sendiri bahkan sampai turun tangan untuk merayu berbagai onderbouw partai politik yang mengurusi kelompok profesi untuk meninggalkan induknya dan bergabung dengan organisasi golongan fungsional. Sebagian menerima, sebagian menolak.

Mereka menerima itulah yang kemudian bermufakat untuk mendirikan organisasi konfederasi pada 1964 dengan nama Sekretariat Bersama Golongan Karyacikal bakal Partai Golkar saat ini.

Dilansir : tirto.id

Ada yang Harus Kamu Perhatikan ketika Liburan Selama 24 jam

Liburan memang mengasyikan dan menjadi idaman bagi berbagai kalangan. Bila sahabatmu dari luar kota akan berkunjung selama seharian penuh? Siapa bila tidak mungkin, tak perlu disayangkan karena hal ini akan menjadi tantangan.

Berikut, agenda yang wajib kamu laksanakan agar bisa menjelajahi kota selama 24 jam.

  1. Tidur saat perjalanan

uzone.id
uzone.id

Perjalanan dari rumah ke tempat kunjungan begitu banyak memakan waktu, manfaatkan kesempatan ini untuk istirahat secukupnya. Dengan begitu, kamu akan terlihat lebih fresh ketika tiba di tempat tujuan dan siap untuk melanjutkan petualangan.

  1. Membuat daftar tempat yang akan dikunjungi
icon-icons.com.png
icon-icons.com

Bagi kamu yang masih baru untuk berkunjung pada suatu daerah, tidak ada salahnya untuk melihat daftar tempat wisata disana. Usahakan mengunjungi tempat yang menurut kamu bagus untuk dikunjungi atau bisa membaca dari review beberapa traveller ataupun pendapat orang terdekat.

  1. Membuat rute perjalanan
aucklandcitytours.co.nz.jpg
aucklandcitytours.co.nz

Rute ini bertujuan agar perjalananmu searah. Sehingga tidak mondar-mandir dan menghabiskan waktu banyak untuk di jalan. Pastikan melihat detail alamat dan jarak tempuh dengan mempertimbangkan tempat wisata lainnya.

  1. Membawa baterai cadangan atau power bank
www.lucu-unik-murah.com.jpg
 www.lucu-unik-murah.com

Mengunjungi tempat wisata selama seharian penuh merupakan kegiatan yang harus ditaklukan, menghabiskan banyak waktu diluar tentunya membuat baterai alat komunikasi atau kamera terkuras. Hal ini bisa disiasati dengan menyediakan baterai cadangan atau powerbank. Tak hanya itu, usahakan ketika istirahat untuk makan siang, jangan lupa men-charger kembali baterai pada stop kontak yang telah disediakan di rumah makan.

  1. Mengunjungi pusat oleh-oleh di akhir kunjungan
oyster.com.jpg
  oyster.com

Tak lengkap rasanya bila mengunjungi suatu tempat bila tanpa membawa oleh-oleh khas dari asalnya. Kamu bisa mensiasati kunjungan ini di akhir, selain bisa berbelanja dengan tenang, tentunya kamu bisa mencicipi aneka pilihan barang dan makanan.

 

Memiliki Tablet Dumolid, Tora Sudiro Berurusan dengan Polisi

Tertangkapnya suami Mieke Amalia, Tora Sudiro tertangkap atas kepemilikian tablet Dumolid, obat dengan golongan narkotik dengan berbagai penyamaran.

“Katanya beli sama teman. Temannya dia lupa namanya siapa. Dia datang ke rumah waktu acara ramai-ramai, kemudian saranin susah tidur, ya udah lo minum aja,” kata Kasat Narkoba Polres Jakarta mengungkapkan pengakuan Tora, Kamis (8/3/2017).

Dalam pengakuannya, pasangan selebriti ini membeli barang tersebut dengan harga ratusan ribu rupiah untuk satu strip. “Satu strip harganya Rp 225 ribu,” terang Kasat Narkoba Polres Jakarta.

Dumolid adalah nama dagang untuk obat yang bernama nitrazepamNitrazepam sendiri secara kimia adalah termasuk obat golongan benzodiazepine yang bekerja menekan system syaraf pusat. Istilah benzodiazepineberasal dari struktur kimia golongan obat ini yang memiliki gugus cincin “benzen” dan “diazepin”. Adapun contoh obat lain, yaitu: diazepamalprazolammidazolamklonazepamestazolamklordiazepoksid

Khasiatnya yaitu sebagai obat penenang, obat tidur, dan anti kejang. Dalam regulasi penggolongan obat, nitrazepam(Dumolid) dan obat-obat golongan benzodiazepin tadi termasuk obat psikotropika, yaitu obat yang bisa mempengaruhi psikis/ kejiwaan seseorang. Seperti halnya obat golongan narkotika, pengaturan peredarannya sangat ketat karena berpotensi untuk disalahgunakan. Tidak seperti ecstasy, shabu, heroin, kokain yang sering digunakan untuk obat rekreasional (mencari kesenangan) yang bersifat ilegal dan tidak untuk pengobatan.

Dumolid dan obat benzodiazepine lainnya adalah obat legal yang digunakan dalam pengobatan. Obat ini bertanda lingkaran merah berisi huruf K pada kemasannya, menandakan bahwa mereka tergolong obat keras yang harus diperoleh dengan resep dokter dan hanya dengan penyebab tertentu hingga pertimbangan, obat ini akan diresepkan.

Namun demikian, banyak orang yang kemudian mencoba mendapatkan obat-obat ini secara ilegal, dengan berbagai modus, tanpa indikasi medis untuk disalahgunakan. Mungkin saja ia diperoleh dari pasar gelap atau dari oknum di Apotek atau oknum yang memiliki akses terhadap obat tersebut. Karena jika diperoleh secara legal, peraturannya cukup ketat, misalnya harus pakai resep asli tidak boleh menggunakan copy resep. Apotek pun harus memberikan laporan penjualan obat psikotropika setiap bulannya ke Dinas Kesehatan.

Gangguan penyakit yang diterapi dengan obat golongan ini antara lain adalah kecemasan, insomnia (tidak bisa tidur), kejang, gejala putus alcohol, dan untuk relaksasi otot. Penyakit penyakit tersebut disebabkan karena aktivitas syaraf pusat yang berlebihan, karena itu memerlukan obat yang dapat menekan aktivitas system syaraf dengan efek menenangkan (sedatif), menidurkan, juga mengurangi kejang/ kekakuan otot.

Obat golongan benzodiazepine berpotensi menyebabkan kecanduan, terutama pada penggunaan yang lama. Awalnya obat ini akan menyebabkan toleransi, yaitu diperlukan dosis yang semakin meningkat untuk mendapatkan efek yang sama. Jika semula cukup dengan 5 mg untuk mendapatkan efek, maka berikutnya diperlukan 10 mg untuk mendapatkan efek yang sama. Hal ini akan menyebabkan penderita cenderung meningkatkan dosisnya untuk mendapatkan efek yang sama, bahkan sampai mencapai dosis maksimalnya.

Toleransi ini akan mengarah kepada ketergantungan, di mana ketika obat dihentikan pemakaiannya, pengguna akan merasakan gejala-gejala semacam gejala putus obat (sakaw). Dengan begitu, sebaiknya penghentian obat benzodiazepine tidak dilakukan secara tiba-tiba, tetapi bertahap.

Yang pasti obat ini harus digunakan di bawah pengawasan dokter. Lama penggunaan obat ini harus sependek mungkin dan yang tetap bisa memberikan efek terapi sesuai dengan indikasinya, tetapi tidak boleh lebih dari 4 minggu, termasuk waktu penghentiannya secara bertahap. Setelah 4 minggu, terapi sebaiknya tidak diteruskan sebelum dilakukan evaluasi terhadap kondisi pasien. Jika memang diperlukan terapi

jangka panjang, maka kebutuhan pasien harus dipantau secara reguler. Pada dasarnya obat golongan benzodiazepine bisa membantu penderita yang membutuhkan, tetapi harus berhati-hati untuk tidak menjadi tergantung kepadanya. Lebih baik menghindari daripada mengobati ketika sudah kecanduan.

Dilansir : tribunnews.com/kesehatan

Dokter Oz Indonesia Telah Berpulang

Sulit dipercaya. Dokter Ryan Thamrin atau yang biasa disapa Dokter Oz Indonesia meninggal diusia yang masih belia dan berstatus lajang.  Kelahiran Tanjung pinang 27 Mei 1978 itu menghembuskan nafas pada pukul 03.30 di Pekanbaru provinsi Riau, Jumat (4/8/2017) di rumah kakak kandungnya, Ferdi Thamrin.

Pria berdarah Banjar-Riau ini sebelumnya menjadi cover boy di majalah Aneka Yess! dan sempat menjadi Abang Jakarta tahun 2003. Sebagai dokter, ia menangani masalah seksologi dan kesehatan reproduksi.

Sudah setahun menderita maag akut dan tengah menjalani rawat jalan. Dia tidak lagi berada di Jakarta setelah berhenti menjadi host pada acara kesehatan di salah satu stasiun televisi nasional, melainkan berada di Pekanbaru.

Selain menderita maag akut, dr Ryan Thamrin juga menderita benjolan pada kepalanya, penyakit ini diketahui ketika di Malaka, Malaysia dan rencana untuk operasinya selalu gagal karena ketakutan pihak keluarganya.

Menurut koleganya, Ryan Thamrin memang sudah lama sakit. Namun, tidak diketahui apa penyakitnya.

Pada pukul 11.00 WIB, almarhum dimandikan di rumah duka di Jalan Kesadaran, Gang Kesabaran Nomor 2, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru. Lalu pada pukul 12.00 WIB jenazahnya disalatkan di Masjid Nurul Muttaqim juga di Jalan Kesadaran. Setelah itu dia dikuburkan di pemakaman yang juga masih dalam lingkungan Jalan Kesadaran.

Dilansir : solopos.com/2017/08/04/kabar-duka